Senin, 16 September 2013

Pendakian GUNUNG LAWU ( bag 2)



Mengagumi Keindahan Edelweis dan Jalak Lawu

            Ada banyak hal menarik yang bisa dilihat di sepanjang perjalanan pendakian Gunung Lawu. Salah satunya tanaman khas gunung seperti bunga edelweis (Anaphalis Javanica). Sayangnya keberadaan bunga edelweis di Gunung Lawu kini semakin menyusut. Tak seperti tanaman lain, edelweis yang dijuluki bunga abadi ini memang menjadi incaran parapendaki hanya untuk dijadikan koleksi. Keberadaan bunga edelweis di Gunung Lawu ditengarai terdapat lima jenis yakni berwarna putih, coklat, kuning, ungu, dan merah muda. Dari berbagai jenis tersebut, jenis putih dan coklat mendominasi vegetasi edelweis yang berada di sisi barat, utara, timur dan selatan.



            Penyusutan vegetasi edelweis terlihat kentara di sekitar jalur pendakian. Umumnya, pendaki memetik edelweis di lokasi dekat jalur pendakian. Dari ketiga jalur resmi pendakian Gunung Lawu, yakni Cemoro Sewu (Magetan), Cemoro Kandang dan Cetho, vegetasi edelweis di jalur Cetho dinilai masih lengkap. Sebab, jalur Cetho menjadi  jalur yang jarang dilalui pendaki lantaran medan yang cukup sulit.
             
Selain itu banyak pedagang yang menjarah bunga tersebut lantaran mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Penjualan bunga tersebut telah merambah di pasar-pasar sekitar Tawangmangu. Bahkan, beberapa situs di internet telah menawarkan bunga edelweis yang telah dikeringkan dengan harga tertentu. Pihak terkait cukup merasa kesulitan untuk menindak pendaki yang nekat mengambil bunga edelweis. Biasanya, para pendaki mengambil bunga tersebut pada saat turun dari pendakian.
           
 Gunung Lawu juga mempunyai satwa endemis yaitu Jalak Lawu. Jalak Lawu atau lebih di kenal dengan Jalak gading inipun keberadaannya semakin jarang  di temui pendaki. Dulu, burung berbulu hitam ini sering bergerombol di dahan pohon, namun kini pendaki lebih sering menemukan burung tersebut terbang sendiri. Jalak Lawu menjadi fauna endemis Gunug Lawu yang ditemukan sejak 100-an tahun silam, kini populasinya semakin menyusut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cooment Please....